Senin, 10 Desember 2012

Memory of Brunei Darussalam

Pra Keberangkatan

Ini pengalaman pribadi saya, tidak ada yang istimewa, tetapi karena saya cukup menyukai hal yang detail, dan meskipun saya senang mengamati, saya lebih senang menulis, so lets having fun with writing.
Siang itu, entah saya lupa hari apa, Rabu kalau tidak salah, saya sedang bertugas di perpus, ya pekerjaan sambilan saya ditengah kuliah saya yang sudah tidak ada, tinggal menghadapi proyek akhir dan skripsi yang gak rampung-rampung sebenarnya. Teman jaga saya tiba-tiba menawarkan pada saya untuk ikut mendaftar seleksi kunjungan akademik ke Brunei. Saat itu saya menganggap ajakan itu sebuah lelucon, mengingat kuliah saya sendiri yang sudah semester sembilan dan sudah harus lulus sebenarnya. Tapi, saya mengiakan saja, iseng begitu maksundnya, saya hanya ingin tahu bentuk interviewnya seperti apa sebab saya sendiri yakin saya tidak akan lolos melihat cap angkatan yang menempel dikening saya.
Hari Jumat saya disms oleh teman saya untuk mengikuti interview, tanpa persiapan apa-apa, saya kesana. Saya melihat mahasiswa yang datang cukup banyak, melihat raut wajah mereka, saya berfikir sepertinya hanya saya yang tidak melakukan persiapan apapun. Interview mengalir begitu saja, mungkin karena tanpa beban apapun saya jadi tidak merasa nervous, seperti obrolan biasa, hanya satu yang membuat saya tertawa adalah ketika ketiga orang pewawancara yang berbeda dan materi yang berbeda selalu kaget dengan satu hal, ya semester berapa sekarang?. ketika saya jawab sembilan mereka setengah tertawa. saya pun begitu. Sebab ternyata baru saya sadarai bahwa saya satu-satunya angkatan 2008 yang ikut seleksi ini. lucu ya.
Kami yang mengikuti seleksi di beritahu bahwa minggu depan tujuh mahasiswa yang lolos akan diumumkan di papan pengumuman KPLT.

Senin berlalu.... Selasa lewat, tidak ada kabar, saat itu kemudian saya berfikir ya sudah tidak ada kesempatan. Sampai pada hari Rabu, ketika saya sendiri santai di perpustakaan jurusan seperti biasanya. Teman saya mengabari, saya disuruh ke kplt untuk konfirmasi, kalau tidak jatah saya bisa dialihkan untuk orang lain. Saat itu hp saya ketinggalan, nomer telepon yang tertera di papan pengumuman bukan nomer telepon saya, bisa jadi mereka berfikir bahwa keberadaan saya benar-benar tidak jelas.
Mulut saya mau meladak saat itu karena kaget, dan begitulah.
Saya melewatkan audiensi dengan dekan
Saya melewatkan perkenalan dengan anggota kelompok yang lainnya
Saya melewatkan perkenalan dengan dosen pendamping kami
Saya melewatkan banyak hal.

Pertama kalinya saya bertemu dengan anggota kelompok yang lain saat pengurusan paspor, raut wajah mereka seperti bicara... oooh ini tho yang namanya wina. Saya sendiri agak canggung karena saya bukan orang yang gampang berinteraksi dengan orang baru.

Kami bertemu di beberapa rapat berikutnya, respon saya masih tetap sama, diam mengikuti yaa.... seperti itu lah, lama-lama saya jadi senang memperhatikan. Seperti biasanya. saya mengamati mereka, memperhatikan mereka satu persatu.

Sejak itulah saya memutuskan untuk jadi pengamat, pengamat dikelompok kami.

Itu awal ceritanya kunjungan ke SEAMEO- VOCTECH...kedepan. akan lebih banyak detil yang bicara :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar