Senin, 10 Desember 2012

Memory of Brunei Darussalam

Keberangkatan

Kami berangkat hari Minggu tanggal 2 Desember, ditengah kegalauan saya melihat beberapa teman dekat saya yang melakasanakan wisuda pada hari Sabtu, setengah iri memang, tapi mengingat bahwa saya sendiri belum bisa lulus, saya akhirnya mengiklhaskan diri dan menganggap perjalanan kali ini sebagai hiburan untuk saya. Setiap orang bisa bahagia, dengan cara yang berbeda-beda.
Kami berangkat pukul 16.14, ditengah gerimis yang lumayan lebat. dua mobil mulai melaju meninggalkan Jogjakarta menuju Surabaya, perjalanannya berapa jam saya sendiri lupa tepatnya. yang jelas saat itu suhu udara agak dingin, dan badan saya agak kurang baik. Sebutir parasetamol cukup membantu saat itu,
mobil terus melaju, sesekali kami bercanda meskipun lebih sering tertidur. Sekitar pukul 19.30 kami berhenti di daerah Sragen, disalah satu masjid. Shalat, lalu mengisi perut kami yang mulai keroncongan dengan bekal yang dibawa salah satu anggota kelompok kami. Lama saya tertidur di mobil, udara dingin membuat saya agak menggigil, saya mengurung badan saya dengan jaket agar lebih hangat. Sekitar pukul 23.30 kami berhenti di salah satu SPBU di daerah Jombang, mengisi sudah sampai ke jawa timur ternyata. Artinya saya telah nelintasi tiga provinsi dalam satu malam hehehe... hebat ya, kapan lagi saya punya pengalaman seperti ini.
Kami tiba di bandara Internasional Juanda sekitar pukul 01.50 pagi, cuaca dingin dan kami masih mengantuk. sambil menunggu check in pada pukul 04.00 pagi. karena ini Flight pertama saya, saya menjalaninya sambil memikirkan saat-saat saya masih kecil, saya selalu berkoar-koar ingin naik pesawat, dan siapa sangka hari itu kesampaian. Anak kecil dalam diri saya meloncat-loncat kegirangan.
Penerbangan internasional ternyata cukup ketat
Jangan mengambil foto di keimigrasian, atau anda akan ditegur dengan keras oleh petugas bandara

Itu salah satu kejadian yang dialami oleh teman kelompok saya, ketika dia memfoto bagian dalam keimigrasian di bandara, dia ditegur dengan keras, bahkan sedikit ancaman bahwa penerbangan untuknya akan dibatalkana, atau dia akan dipulangkan. Sedikit kejutan untuk kami sebenarnya, bagaimanapun permasalahan satu orang dalam kelompok adalah permasalahan satu kelompok itu sendiri.

Kejadian konyol lainnya, adalah dengan tas saya sendiri, saat masuk, kita berniat membawa bekal minum. karena tas ransel saya yang paling kosong, akhirnya tas saya dipenuhi beberapa botor air mineral gelas. Lucunya saat pengecekan, minuman tidak boleh masuk ke dalam, jadi mereka menggeledah tas saya dan tertawa saat melihat ada empat buah aqua gelas dan satu botol air mineral di tas saya. Saya malu?, tidak. Apa pedulinya, yang jelas tas saya sekarang jadi ringan.

Next---> My First Flight Experience.. With Royal Brunei Airlinies

Tidak ada komentar:

Posting Komentar