First Flight
Kami boarding sekitar pukul 05.50. Rombongan berjalan antri, sebelum petugas mengecek tiket kami. saya berjalan masuk ke pintu utama pesawat. Sekilas melihat koran, seperti biasanya tangan saya refleks langsung mengambilnya. Saya sendiri tidak tahu kenapa saya menyukai koran. tapi setiap melihatnya, tangan saya refleks langsung mengambil. Apalagi dengan embel-embel for free.
Saya dapat seat nomer 40 H, seat didekat lorong, dan disamping sayap pesawat. disebelah saya duduk teman satu kelompok saya Radit, dan disamping jendela adalah seat dosen pendamping kami. Anggota kelompok lain duduk dibelakang dan disamping saya.
Perjalanan Surabayya-Bandar Seri begawan mennghabiskan waktu seitar 1.45 menit, cukup singkat jika harus dibandingkan dengan perjalanan darat ataupun laut. Terimakasih untuk penemu pesawat terbang, saya salah satu manusia yang menikmati hasilnya.
Suara mesin cukup kencang, paling tidak membuat telinga saya sedikit pekak, seperti saran teman saya, saya makan permen untuk mengurangi kadar ketidaknyamanan selama dipesawat. Tapi sekali lagi, karena ini pertama kalinya untuk saya, saya menyukainya.
Jadwal makan akhirnya tiba, ada dua pilihan menu yang ditawarkan oleh pramugari. sebelum saya membahas makanan, saya sedikit mengulas pakaian pramugarinya, mereka cantik. dengan rok batik merah panjang, meskipun dengan belahan yang cukup tinggi sih, dan baju dengan lengan tida perempat berwarna krem. Atau sebaliknya, sebab ada dua jenis kostum yang saya lihat. Sepatu merekka bukan high heels, sendal flat dengan sedikit hak, sekitar 3 cm. Kerudung mereka berwarna krem gading, dengan kerudung bentuk peci, kemudian dibalut selendang tipis warna yang sama. cantik meskipun agak mengganggu karena leher mereka tetap tampak..
Lanjut ke makanan, menu yang ditawarkan ada dua macam telur dadar dan ayam sosis atau nasi goreng and fish. Karena lidah saya masih prefer ke nasi, akhirnya saya pilih nasi goreng and fish,.milk coffe, dan segelas orange juice.
Bagaimana rasanya?. saya pikir itu nasi goreng paling tidak enak yang pernah saya coba. Seperti nasi hambar dengan sedikit aroma mentega, dicampur bumbu yang saya tidak tahu apa, ikannya saya tidak tahu itu ikan apa, ikan fillet, dengan balutan tepung, digorenga tanpa bumbu, kemudian di beri saus berwarna, sejenis kecap dengan beberapa bumbu tambahan. Rasanya hambar. Ada tiga potong buah yang disajikan, nanas, jeruk dan semangka. yang ketiganya punya rasa yang asam. plus segelas orang juice yang rasanya luar biasa asam. Satu-satunya penawar bagi lidah saya adalah kopi susu yang agak pahit. sengaja saya tidak memasukkan gula, untuk menetralisir rasa yang tidak karuan di lidah saya..
Bagaimana dengan menu yang satunya, telur dadar dan sosis ayam, saya sempat mencicip menu teman disamping saya, dan rasanya sama saja. tidak enak, saya lebih suka telur dadar yang biasa saya beli di warung makan di jogja.
Ini pengalaman, makanan pertama yang membuat perut saya langsung sakit dan berkontraksi. Entah gara-gara makanannya, atau karena makanan yang asam yang saya minum.
Turun dari pesawat sekitar pukul 08.30 WIB, saya kemudian mengganti jarum jam tangan saya dengan menambahkan satu jam lebih cepat dari waktu biasanya. Selintas saya berfikir, ah yaa... dimana satu jam saya yang hilang.
Pemeriksaan di imigrasi cukup memakan waktu, sebab antrian cukup panjang, saat melewati x ray untuk memeriksa koper kami, seorang anggota kelompok lupa masih menggendong tas di pundaknya, petugas mengingatkan untuk mengecek tasnya, intonasinya sedikit tinggi, tapi begitu memang sudah sistem kerja petugas bandara, kami melewati pemeriksaan, keluar dari pintu dan bertemu dengan seseorang yang memegang kertas bertuliskan SEAMEO VOCTECH. bapak yang menjemput kami, jalannya sangat cepat, kami seperti setengah berlari mengejar bapaknya.
Udara brunai panas, berbeda dengan ruangan-ruangan yang dipenuhi AC, diluar ruangan panasnya cukup menyengat. kami menaikan koper dengan cepat. dan mobil segera berlalu meninggalkan bandara yang sedang dalam masa perbaikan itu.
Saya masih takjub, ini brunai !, saya suka infrastruktur jalannya yang mulus seperti jalan tol, bebas traffict light, macet, saya mengamati dari mobil. hingga mobil yang membawa kami berhenti di depan sebuah gedung, Seameo Voctech.
Kami sampai.
Perut saya sakit
Saya melihat jam tangan saya.
pukul 11.15.
next --- > cerita tentang banyak hal yang lebih detail. obrolan yang menyenangkan di Seameo Voctech :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar