Sabtu, 15 Desember 2012

Memory of Brunai Darussalam

First Flight

Kami boarding sekitar pukul 05.50. Rombongan berjalan antri, sebelum petugas mengecek tiket kami. saya berjalan masuk ke pintu utama pesawat. Sekilas melihat koran, seperti biasanya tangan saya refleks langsung mengambilnya. Saya sendiri tidak tahu kenapa saya menyukai koran. tapi setiap melihatnya, tangan saya refleks langsung mengambil. Apalagi dengan embel-embel for free.
Saya dapat seat nomer 40 H, seat didekat lorong, dan disamping sayap pesawat. disebelah saya duduk teman  satu kelompok saya Radit, dan disamping jendela adalah seat dosen pendamping kami. Anggota kelompok lain duduk dibelakang dan disamping saya.
Perjalanan Surabayya-Bandar Seri begawan mennghabiskan waktu seitar 1.45 menit, cukup singkat jika harus dibandingkan dengan perjalanan darat ataupun laut. Terimakasih untuk penemu pesawat terbang, saya salah satu manusia yang menikmati hasilnya.
Suara mesin cukup kencang, paling tidak membuat telinga saya sedikit pekak, seperti saran teman saya, saya makan permen untuk mengurangi kadar ketidaknyamanan selama dipesawat. Tapi sekali lagi, karena ini pertama kalinya untuk saya, saya menyukainya.
Jadwal makan akhirnya tiba, ada dua pilihan menu yang ditawarkan oleh pramugari. sebelum saya membahas makanan, saya sedikit mengulas pakaian pramugarinya, mereka cantik. dengan rok batik merah panjang, meskipun dengan belahan yang cukup tinggi sih, dan baju dengan lengan tida perempat berwarna krem. Atau sebaliknya, sebab ada dua jenis kostum yang saya lihat. Sepatu merekka bukan high heels, sendal flat dengan sedikit hak, sekitar 3 cm. Kerudung mereka berwarna krem gading, dengan kerudung bentuk peci, kemudian dibalut selendang tipis warna yang sama. cantik meskipun agak mengganggu karena leher mereka tetap tampak..
Lanjut ke makanan, menu yang ditawarkan ada dua macam telur dadar dan ayam sosis atau nasi goreng and fish. Karena lidah saya masih prefer ke nasi, akhirnya saya pilih nasi goreng and fish,.milk coffe, dan segelas orange juice.





Bagaimana rasanya?. saya pikir itu nasi goreng paling tidak enak yang pernah saya coba. Seperti nasi hambar dengan sedikit aroma mentega, dicampur bumbu yang saya tidak tahu apa, ikannya saya tidak tahu itu ikan apa, ikan fillet, dengan balutan tepung, digorenga tanpa bumbu, kemudian di beri saus berwarna, sejenis kecap dengan beberapa bumbu tambahan. Rasanya hambar. Ada tiga potong buah yang disajikan, nanas, jeruk dan semangka. yang ketiganya punya rasa yang asam. plus segelas orang juice yang rasanya luar biasa asam. Satu-satunya penawar bagi lidah saya adalah kopi susu yang agak pahit. sengaja saya tidak memasukkan gula, untuk menetralisir rasa yang tidak karuan di lidah saya..
Bagaimana dengan menu yang satunya, telur dadar dan sosis ayam, saya sempat mencicip menu teman disamping saya, dan rasanya sama saja. tidak enak, saya lebih suka telur dadar yang biasa saya beli di warung makan di jogja.
Ini pengalaman, makanan pertama yang membuat perut saya langsung sakit dan berkontraksi. Entah gara-gara makanannya, atau karena makanan yang asam yang saya minum.
Turun dari pesawat sekitar pukul 08.30 WIB, saya kemudian mengganti jarum jam tangan saya dengan menambahkan satu jam lebih cepat dari waktu biasanya. Selintas saya berfikir, ah yaa... dimana satu jam saya yang hilang.
Pemeriksaan di imigrasi cukup memakan waktu, sebab antrian cukup panjang, saat melewati x ray untuk memeriksa koper kami, seorang anggota kelompok lupa masih menggendong tas di pundaknya, petugas mengingatkan untuk mengecek tasnya, intonasinya sedikit tinggi, tapi begitu memang sudah sistem kerja petugas bandara, kami melewati pemeriksaan, keluar dari pintu dan bertemu dengan seseorang yang memegang kertas bertuliskan SEAMEO VOCTECH. bapak yang menjemput kami, jalannya sangat cepat, kami seperti setengah berlari mengejar bapaknya.
Udara brunai panas, berbeda dengan ruangan-ruangan yang dipenuhi AC, diluar ruangan panasnya cukup menyengat. kami menaikan koper dengan cepat. dan mobil segera berlalu meninggalkan bandara yang sedang dalam masa perbaikan itu.
Saya masih takjub, ini brunai !, saya suka infrastruktur jalannya yang mulus seperti jalan tol, bebas traffict light, macet, saya mengamati dari mobil. hingga mobil yang membawa kami berhenti di depan sebuah gedung, Seameo Voctech.
Kami sampai.
Perut saya sakit
Saya melihat jam tangan saya.
pukul 11.15.

next --- > cerita tentang banyak hal yang lebih detail. obrolan yang menyenangkan di Seameo Voctech :)

Senin, 10 Desember 2012

Memory of Brunei Darussalam

Keberangkatan

Kami berangkat hari Minggu tanggal 2 Desember, ditengah kegalauan saya melihat beberapa teman dekat saya yang melakasanakan wisuda pada hari Sabtu, setengah iri memang, tapi mengingat bahwa saya sendiri belum bisa lulus, saya akhirnya mengiklhaskan diri dan menganggap perjalanan kali ini sebagai hiburan untuk saya. Setiap orang bisa bahagia, dengan cara yang berbeda-beda.
Kami berangkat pukul 16.14, ditengah gerimis yang lumayan lebat. dua mobil mulai melaju meninggalkan Jogjakarta menuju Surabaya, perjalanannya berapa jam saya sendiri lupa tepatnya. yang jelas saat itu suhu udara agak dingin, dan badan saya agak kurang baik. Sebutir parasetamol cukup membantu saat itu,
mobil terus melaju, sesekali kami bercanda meskipun lebih sering tertidur. Sekitar pukul 19.30 kami berhenti di daerah Sragen, disalah satu masjid. Shalat, lalu mengisi perut kami yang mulai keroncongan dengan bekal yang dibawa salah satu anggota kelompok kami. Lama saya tertidur di mobil, udara dingin membuat saya agak menggigil, saya mengurung badan saya dengan jaket agar lebih hangat. Sekitar pukul 23.30 kami berhenti di salah satu SPBU di daerah Jombang, mengisi sudah sampai ke jawa timur ternyata. Artinya saya telah nelintasi tiga provinsi dalam satu malam hehehe... hebat ya, kapan lagi saya punya pengalaman seperti ini.
Kami tiba di bandara Internasional Juanda sekitar pukul 01.50 pagi, cuaca dingin dan kami masih mengantuk. sambil menunggu check in pada pukul 04.00 pagi. karena ini Flight pertama saya, saya menjalaninya sambil memikirkan saat-saat saya masih kecil, saya selalu berkoar-koar ingin naik pesawat, dan siapa sangka hari itu kesampaian. Anak kecil dalam diri saya meloncat-loncat kegirangan.
Penerbangan internasional ternyata cukup ketat
Jangan mengambil foto di keimigrasian, atau anda akan ditegur dengan keras oleh petugas bandara

Itu salah satu kejadian yang dialami oleh teman kelompok saya, ketika dia memfoto bagian dalam keimigrasian di bandara, dia ditegur dengan keras, bahkan sedikit ancaman bahwa penerbangan untuknya akan dibatalkana, atau dia akan dipulangkan. Sedikit kejutan untuk kami sebenarnya, bagaimanapun permasalahan satu orang dalam kelompok adalah permasalahan satu kelompok itu sendiri.

Kejadian konyol lainnya, adalah dengan tas saya sendiri, saat masuk, kita berniat membawa bekal minum. karena tas ransel saya yang paling kosong, akhirnya tas saya dipenuhi beberapa botor air mineral gelas. Lucunya saat pengecekan, minuman tidak boleh masuk ke dalam, jadi mereka menggeledah tas saya dan tertawa saat melihat ada empat buah aqua gelas dan satu botol air mineral di tas saya. Saya malu?, tidak. Apa pedulinya, yang jelas tas saya sekarang jadi ringan.

Next---> My First Flight Experience.. With Royal Brunei Airlinies

Memory of Brunei Darussalam

Pra Keberangkatan

Ini pengalaman pribadi saya, tidak ada yang istimewa, tetapi karena saya cukup menyukai hal yang detail, dan meskipun saya senang mengamati, saya lebih senang menulis, so lets having fun with writing.
Siang itu, entah saya lupa hari apa, Rabu kalau tidak salah, saya sedang bertugas di perpus, ya pekerjaan sambilan saya ditengah kuliah saya yang sudah tidak ada, tinggal menghadapi proyek akhir dan skripsi yang gak rampung-rampung sebenarnya. Teman jaga saya tiba-tiba menawarkan pada saya untuk ikut mendaftar seleksi kunjungan akademik ke Brunei. Saat itu saya menganggap ajakan itu sebuah lelucon, mengingat kuliah saya sendiri yang sudah semester sembilan dan sudah harus lulus sebenarnya. Tapi, saya mengiakan saja, iseng begitu maksundnya, saya hanya ingin tahu bentuk interviewnya seperti apa sebab saya sendiri yakin saya tidak akan lolos melihat cap angkatan yang menempel dikening saya.
Hari Jumat saya disms oleh teman saya untuk mengikuti interview, tanpa persiapan apa-apa, saya kesana. Saya melihat mahasiswa yang datang cukup banyak, melihat raut wajah mereka, saya berfikir sepertinya hanya saya yang tidak melakukan persiapan apapun. Interview mengalir begitu saja, mungkin karena tanpa beban apapun saya jadi tidak merasa nervous, seperti obrolan biasa, hanya satu yang membuat saya tertawa adalah ketika ketiga orang pewawancara yang berbeda dan materi yang berbeda selalu kaget dengan satu hal, ya semester berapa sekarang?. ketika saya jawab sembilan mereka setengah tertawa. saya pun begitu. Sebab ternyata baru saya sadarai bahwa saya satu-satunya angkatan 2008 yang ikut seleksi ini. lucu ya.
Kami yang mengikuti seleksi di beritahu bahwa minggu depan tujuh mahasiswa yang lolos akan diumumkan di papan pengumuman KPLT.

Senin berlalu.... Selasa lewat, tidak ada kabar, saat itu kemudian saya berfikir ya sudah tidak ada kesempatan. Sampai pada hari Rabu, ketika saya sendiri santai di perpustakaan jurusan seperti biasanya. Teman saya mengabari, saya disuruh ke kplt untuk konfirmasi, kalau tidak jatah saya bisa dialihkan untuk orang lain. Saat itu hp saya ketinggalan, nomer telepon yang tertera di papan pengumuman bukan nomer telepon saya, bisa jadi mereka berfikir bahwa keberadaan saya benar-benar tidak jelas.
Mulut saya mau meladak saat itu karena kaget, dan begitulah.
Saya melewatkan audiensi dengan dekan
Saya melewatkan perkenalan dengan anggota kelompok yang lainnya
Saya melewatkan perkenalan dengan dosen pendamping kami
Saya melewatkan banyak hal.

Pertama kalinya saya bertemu dengan anggota kelompok yang lain saat pengurusan paspor, raut wajah mereka seperti bicara... oooh ini tho yang namanya wina. Saya sendiri agak canggung karena saya bukan orang yang gampang berinteraksi dengan orang baru.

Kami bertemu di beberapa rapat berikutnya, respon saya masih tetap sama, diam mengikuti yaa.... seperti itu lah, lama-lama saya jadi senang memperhatikan. Seperti biasanya. saya mengamati mereka, memperhatikan mereka satu persatu.

Sejak itulah saya memutuskan untuk jadi pengamat, pengamat dikelompok kami.

Itu awal ceritanya kunjungan ke SEAMEO- VOCTECH...kedepan. akan lebih banyak detil yang bicara :)